Yayasan Surya Nuswantara akan kembali Gelar Seni Budaya Nusantara (GSBN) ke-3 yang akan diselenggarakan di Madiun Jawa Timur.
Gambar ilustrasi diambil dari : https://www.facebook.com/tmsaputra
GSBN merupakan event tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Yayasan Surya Nuswantara, yang nantinya akan dihadiri oleh setiap anggota dewan pengurus dan pengawas di seluruh Indonesia.
Di acara GSBN ke-3 ini direncanakan akan lebih semarak lagi dari GSBN ke-2 yang telah dilaksanakan di Gunung Kidul Yogyakarta tahun lalu.
Dalam GSBN ke-3 di Madiun, jawa Timur nanti seluruh kabupaten yang tergabung dalam Yayasan Surya Nuswantara di seluruh Indonesia akan menampilkan kesenian lokal dari daerahnya masing-masing sebagai wujud kepedulian terhadap budaya yang telah diwariskan leluhur.
GSBN YSN ini juga sebagai bentuk kepedulian YSN terhadap nilai-nilai budaya daerah di seluruh Nusantara, sekaligus sebagai bentuk pelestarian akan kesenian tradisional yang adan di Indonesia.
Kita tahu bahwa Indonesia adalah Negara yang memiliki ragam budaya yang banyak dan unik-unik. Setiap daerah di Indonesia memiliki kesenian tradisional yang berbeda satu dan lainya. Kekayaan budaya Indonesia jika dikelola dan lestarikan dengan baik tentu akan jadi daya tarik tersaendiri untuk Indonesia di mata dunia.
Indonesia memiliki lebih dari ratusan suku bangsa yang semuanya menyebar diatas bumi nuswantara ini. Dari suku-suku bangsa inilah kemudian terbentuk suatu budaya yang berbeda antara satu sama lain.
Sebagai bahan renungan kita para generasi penerus bangsa. Indonesia memang kaya akan budaya, namun coba anda bertannya pada diri sendiri, berapa banyak budaya lokal Indonesia yang anda tahu, berapa yang anda kuasai, kapan terahir anda belajar budaya local negeri ini, coba sebutkan satu persatu, berapa banyak yang dapat anda sebutkan? Tidak dipungkir pasti jawabanya hanya dapat dihitung dengan jari saja. Pdahal sebagai generasi penerus bangsa kita punya kewajiban dan tanggung jawab besar untuk terus melestarikan budaya bangsa, salah satu caranya yaitu mengenali dan mempelajarinya.
Tantangan Arus Globalisasi
Tak dapat kita pungkiri bahwa di era globalisasi ini budaya-budaya barat muda sekali masuk ke Indonesia. Misrisnya, budaya barat yang sangat jauh dari nilai-nilai budaya leluhur ini justru seolah sangat disukai oleh masyarakat kita, khususnya para anak muda. Mereka seolah bangga dan merasa jadi gaul dan modern jika sudah mengikuti budaya barat tersebut. Nah ini kan jelas pola piker yang keliru dan harus diluruskan. Kalau tidak bias gawat nantinya.
Kita tidak dapat menutup masuknya budaya luar ke Indonesia, dan kita tidak bias melarang amasyarakat mengetahui budaya luar tersebut, namun budaya yang masuk ke negeri kita jangan langsung ditelan secara utuh, harus disaring dulu mana yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Indon esia dan mana yang bertentangan. Nah yang bertentangan itu harus kita buang jauh-jauh. Sebagai anak bangsa yang lahir dan besar di negeri ini, kita harus bangga dengan budaya sendiri. Bukan hanya itu kita harus melestarikannya juga karena dengan begitu bangsa ini akan menjadi Negara yang kuat dan disegani di dunia.
Kita ambil saja pelajaran pada tahun-tahun yang sudah lalu. Malasysia Negara tetangga kita pernah mengakui tari pendet dan Reog Ponorogo sebagai budayanya. Kejadian ini jelas menjadi tamparan keras untuk masyarakat dan pemerintah Indonesia. Kita tidak dapat begitu saja menyalahkan Malaysia yang mau mengakui tari pendet dan Reog, justru kita Bangsa Indonesia mestinya sadar dan malu akan kejadian ini. Alasanya kenapa Indonesia yang jelas memiliki tari Pendet dan Reog Ponorogo bias kecolongan dari Malaysia, apa permasalahanya. Kenapa justru Malaysia yang lebih berhasil mengenalkan tari Pendet dan Reog Ponorogo ke dunia sebagai daya tarik wisatanya, dan itu berhasil membuat sebagian masyarakat dunia kepincut dan mengira bahwa tari Pendet dan Reog itu adalah bdaya Asli Malaysia. Kenapa ketika kejadian ini diketahui baru pemerintah bertindak untuk mengurus masalah tersebut. Itu baru dua kebudayaan saja, padahal di Indonesia ini jelas ada ratusan kebudayaan lokal yang harus juga diperhatikan kelestariannya.
Jangan Malu dengan budaya kita
Kita ini aneh memang, seharusnya kita ini bangga dengan negeri Nuswantara yang memiliki keaneka ragaman budaya ini, bukan malah sebaliknya. Jika memang wayang kulit, Ketoprak, Ludruk, Lenong, Makyong, mamandai, dan lainya itu merupakan budaya yang kita miliki dan warisi dari nenek moyang mengapa harus malu untuk menontonnya? Jika memang batik, Blangkon, Udeng, dan Telopong itu juga bagian dari budaya kita, mengapa harus malu memakainya? Sudah seharusnya, kita bangga akan budaya kita sendiri. Karena sesungguhnya bangsa lain pun iri melihat apa yang kita miliki.
Kita sering melihat justru orang-orang bule banyak belajar tentang budaya Indonesia. Lihat saja ada sinden bule, penari pendet bule dan dalang bulu. Melihat itu disatu sisi kita bangga karena orang-orang luar telah tertarik belajar budaya kita, namun dilain sisi kita juga harus sadar diri jika orang bule saja bisa nyinden, bisa ndalang, bisa nari pendet dan sebagainya, kita harus lebih bias. Jangan sebaliknya yang justru kita yang pribumi malah tidak dapat melakukannya.
Belajarlah Sampai Ke Negeri China
Ungkapan itu ada benarnya juga, kita harus benar-benar belajar dari bangsa China. Kenapa begitu? Alasannya sederhana.
Lihat saja di daerah kalian, pasti satu dua ada orang china bukan? Lalu apakah walau orang china tersebut sudah lahir dan besar di Indonesia sudah meninggalkan buda negerinya yang diwariskan dari nenek moyangnya. 90% jawabanya tidak. Kita dapat melihat bagaimana orang china memegang teguh budaya nenek moyangnya,lihat di rumahnya pasti kalian akan melihat tulisan china yang terpajang di sudut-sudut rumahnya. Walau itu terlihat sepele, namun secara tidak langsung mereka telah mengenalkan budaya negeri nenek moyangnya ke kita. Orang china kemana-mana selalu bangga dan tidak malu kalau dibilangdipanggil orang china dan keturunan China. Justru mereka malah bangga. Nah ini harus kita tiru.
Momen GSBN ke-3
Dengan diadakannya GSBN ke-3 ini yang rencananya akan diulaksanakan tanggal 13 Mei 2017 di Stadion Wilis Kota Madiun, Jawa Timur. Mari kita kembali melestarikan budaya negeri kita. Tanamkan kepedulian dan sikap bangga akan budaya kita sendiri, sadarlah bahwa kita ini Orang Jawa, kita ini orang sunda, kita ini orang Madura, kita ini orang Bali, Kita ini orang Ntt, Lombok, Papua, Maluku, Minang, jambi, Palembang, Lampung, Dayak, batak, Bugis, dan lainya yang mana kita ini satu Negara yaitu Indonesia.
Maka dengan acara Gelar Seni Budaya Nusantara ke-3 nanti kita perkuat persatuan dan kesatuan bangsa, kita wujudkan Nusantara Indonesia sebagai Negara yang berbudaya.
Mari sama-sama kita Satukan negeri Dengan Seni, Satukan Bangsa Dengan Budaya, Satukan Indonesia Dengan Surya Nuswantara.
Datang dan hadirilah untuk ikut menjadi pelopornya, bergabunglah dengan saudara kita para Tikus-tikus pithi dari seluruh Nusantara.
Salam Surya Nuswantara
Ttd
Penulis


